News

Draft Kurikulum Keprofesian Direksi HIMATEKK ITS 2023/2024

29 September 2024 | Event

Draft Kurikulum Keprofesian Direksi HIMATEKK ITS 2023/2024

DRAFT KURIKULUM KEPROFESIAN

 DIREKSI HIMATEKK ITS

2023/2024

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pada masa sekarang, sudah banyak mahasiswa yang lulus dengan predikat sarjana, khususnya dalam bidang studi teknik kimia dan teknik pangan. Hal tersebut menyebabkan persaingan dalam dunia kerja semakin meningkat. Adanya perkembangan revolusi industri ke-5 mengharuskan lulusan teknik kimia memiliki kesiapan dalam menghadapi dinamika kehidupan pasca-kampus. Dengan demikian, dibutuhkan kompetensi dan kemampuan yang memadai bagi lulusan yang memiliki gelar sarjana agar tidak kalah bersaing dengan lulusan sarjana lainnya.

 Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 234 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pendidikan Golongan Pendidikan Bidang Soft skills, kompetensi dalam dunia kerja dibagi menjadi dua bagian yaitu soft skill dan hard skill. Soft skill merupakan keterampilan yang tidak terlihat namun memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan dalam pekerjaan secara khusus dan di kehidupan secara umum. International Labour  Organization (ILO) pada tahun 2015 mendefinisikan soft skill sebagai kompetensi utama yang dapat dialihkan dan dapat direalisasikan dalam bidang kehidupan. Berlandaskan kedua pengertian ini, banyak perusahaan mementingkan soft skill sebagai parameter utama dalam rekrutmen pekerjaan. Hal ini juga diperkuat dengan hasil survei yang telah dilakukan oleh Plan Internasional Jakarta (2017:26) terhadap 103 perusahaan di Jakarta dan Bekasi yang menyebutkan bahwa 38.8% perusahaan melihat sikap soft skill berupa inisiatif, 35.9% berupa skill kerjasama dan disiplin, 31.1% skill komunikasi dan soft skill lainnya juga dijadikan bahan pertimbangan seperti kejujuran, tanggung jawab, berpikir kritis dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, soft skill sangat penting untuk dimiliki dan diperlukan pengembangan tertentu terhadap mahasiswa.

Seorang sarjana selain memiliki kemampuan soft skill juga harus memiliki hard skill yang sesuai dengan ilmu yang telah didalaminya. Dalam bidang industri kimia, telah banyak peraturan dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada tabel berikut ini,

Tabel 1. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dalam Beberapa Bidang Industri Kimia

Peraturan

Isi

1. Keputusan Menteri Nomor 267

Tahun 2020

Tentang       Penetapan        Standar

Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia Bidang Industri Minyak Atsiri dan Turunannya.

2. Keputusan Menteri Nomor 261 Tahun 2018

Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia Dan Barang Dari Bahan Kimia Bidang Industri Kosmetik.

3. Keputusan Menteri Nomor 110

Tahun 2018

Tentang       Penetapan        Standar

Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia Dan Barang Dari Bahan Kimia Bidang Industri Petrokimia Sub Bidang Produksi.

4. Keputusan Menteri Nomor 126  Tahun 2017

Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pertambangan dan Penggalian Golongan Pokok Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam dan Panas Bumi Pada Jabatan

Kerja Ahli Geokimia Panas Bumi.

5. Keputusan Menteri Nomor 48 Tahun 2021

Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Kertas Dan Barang Dari Kertas Bidang Industri Bubur Kertas (Pulp) Subbidang Produksi, Chemical Plant, Recovery Boiler Dan Recaustisizing Plant.

(Sumber: https://jdih.kemnaker.go.id/)

Peraturan-peraturan tersebut berisikan tentang kompetensi yang dibutuhkan dalam setiap bidangnya diantaranya pengoperasian dan standar keamanan alat yang ada di plant yang sesuai dengan bidang kerja terkait yang tentunya dalam mengoperasikan alat tersebut diperlukan adanya suatu pengenalan kepada alat-alat dan proses operasi yang ada dalam bidang industri terkait.

Dari beberapa detail terkait pentingnya hard skill maupun soft skill dalam kehidupan pasca-kampus, Direksi Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITS (HIMATEKK ITS) khususnya Competency Development Department (COMDEV) dengan berlandaskan arahan dalam Garis Besar Program Kerja (GBPK) HIMATEKK ITS 2023-2024 merasa bahwa diperlukan adanya suatu pengembangan yang berkelanjutan kepada mahasiswa Teknik Kimia ITS khususnya pada program sarjana untuk mengembangkan kompetensi yang mereka miliki baik dalam soft skill maupun hard skill sesuai dengan kebutuhan pada tiap tahunnya yang telah disesuaikan dengan peraturan yang terbaru yang berlaku di negara maupun kebutuhan praktis dari industri, institusi, maupun mahasiswa sendiri sebagai objek yang akan menerima pengembangan keprofesian nantinya yang terintegrasi dalam suatu kurikulum sebagai pedomannya. Dalam praktiknya, Direksi HIMATEKK ITS berkolaborasi dengan Alumni Teknik Kimia ITS (ALTEKIMITS) dan Manajemen Departemen Teknik Kimia ITS demi menciptakan program yang sustain dan mendapatkan dukungan dari berbagai stakeholder HIMATEKK ITS.

I.2. Pengertian

Kurikulum Keprofesian Direksi HIMATEKK ITS 2023-2024 merupakan kaidah pedoman dalam pengembangan keprofesian oleh Direksi HIMATEKK ITS terhadap mahasiswa Teknik Kimia FT-IRS ITS tahap sarjana dari tahun pertama hingga tahun keempat.

 

1.3. Tujuan dan Manfaat

Kurikulum keprofesian ini bertujuan untuk mengintegrasikan, mendefinisikan dan memberikan materi pengembangan keprofesian terhadap mahasiswa yang telah disesuaikan.

Dengan adanya kurikulum keprofesian, mahasiswa diharapkan mampu mendapatkan pengembangan keprofesian yang sesuai dengan tingkatannya sehingga tidak mengalami kendala dalam mencerna pengembangan yang diberikan. Selain itu, kurikulum keprofesian dapat menjadi acuan bagi Direksi HIMATEKK ITS untuk menyusun materi pengembangan dan target program yang akan dilaksanakan ke depannya.

I.4. Alur Berpikir

 

I.5. Landasan

Landasan dari Kurikulum Keprofesian 2023-2023 ini antara lain adalah:

  1. Garis Besar Program Kerja HIMATEKK ITS 2023-2024.
  2. Kurikulum soft skill Departemen Teknik Kimia ITS.
  3. Kurikulum hard skill (software) Departemen Teknik Kimia ITS.
  4. Profil lulusan Teknik Kimia.

 

I.6. Struktur Kurikulum

Struktur dari kurikulum ini terdiri dari Pembukaan, Isi, dan Penutup dengan penjabaran sebagai berikut.

●        Pembukaan berisi dasaran, pengertian, dan landasan terkait kurikulum keprofesian.

●        Isi berisi alokasi pembagian pengembangan kompetensi, kompetensi inti, beserta kompetensi dasar yang akan diberikan kepada mahasiswa Teknik Kimia ITS. Kompetensi inti (KI) merupakan gambaran kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek pengembangan hard skill dan soft skill yang nantinya mewakili dari kondisi ideal terkait pengetahuan dan keterampilan di bidang keprofesian yang dimiliki oleh mahasiswa Teknik Kimia ITS pada setiap tahunnya. Sedangkan, Kompetensi Dasar (KD) merupakan penjabaran lebih lanjut dari kompetensi inti yang ditetapkan pada setiap tingkatan mahasiswa Teknik Kimia ITS dan saling berikatan satu sama lain. Isi ini nantinya yang menjadi patokan utama Direksi HIMATEKK ITS periode berikutnya dalam menjalankan program kerja dan target peserta yang sesuai untuk diberikan.

●        Penutup berisi closing statement dari penyusun dan saran dalam pelaksanaan Kurikulum Keprofesian di masa mendatang.


BAB II

ISI

II.1. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Pertama

Penjabaran kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus diperoleh mahasiswa Teknik Kimia ITS tahun pertama dijelaskan dalam Tabel 2 berikut. Dalam tahap ini, diharapkan mahasiswa setelah melalui tahap tahun pertama sudah memiliki pengetahuan terkait bidang ilmu yang dikuasai, cita-cita karir yang diinginkan, dan mampu mengatur diri sendiri untuk mencapai cita-cita tersebut selama empat tahun berkuliah di Teknik Kimia.

Tabel 2. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Pertama

 

Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi Dasar (KD)

Mahasiswa mengetahui tentang bidang ilmu teknik kimia, peluang kerja, serta memiliki soft skill berupa mampu untuk manajemen diri dan mengetahui rencana selama kuliah kedepannya.

Mahasiswa memiliki soft skill berupa manajemen diri dan mindset yang tepat dalam menyelesaikan                                           suatu permasalahan di bidang keprofesian.

Mahasiswa mengerti tentang definisi Teknik Kimia, beberapa bidang kerja, dan posisi kerja teknik kimia.

Mahasiswa mulai memetakan keinginan kerja dan merencanakan apa yang akan dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

Mahasiswa mendapat wawasan tentang keprofesian Teknik Kimia secara umum melalui media sosial maupun media cetak yang terpadu.

 

Mahasiswa mulai mengenal software yang biasa digunakan mahasiswa teknik kimia secara basic.

 

 

II.2. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Kedua

Penjabaran kompetensi dasar dan kompetensi inti untuk mahasiswa Teknik Kimia ITS tahun kedua dijelaskan dalam tabel 3. Pada tahun kedua ini, mahasiswa diharapkan mulai mendalami ilmu yang menjadi disiplin dari mereka yaitu teknik kimia itu sendiri ditandai dengan pengetahuan isu terkini yang ada di dunia pasca-kampus serta ilmu-ilmu dasar apa saja yang harus dimiliki sebagai mahasiswa maupun lulusan teknik kimia nantinya. Selain itu, pada tahapan ini mahasiswa diharapkan sudah mampu untuk berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya untuk melakukan kerja sama yang nantinya akan diimplementasikan di dunia kerja.

Tabel 3. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Kedua

 

Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi Dasar (KD)

Mahasiswa mampu bekerja sama dan mengetahui tentang ilmu, kompetensi dasar, serta isu-isu pasca-kampus yang berkembang di lingkungan keprofesian teknik kimia.

Mahasiswa memiliki soft skill berupa berpikir secara terstruktur, mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.

Mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengoperasikan software dasar keprofesian teknik kimia.

Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai perkembangan dan problema dunia industri di Indonesia maupun Internasional.

Mahasiswa       mendapatkan wawasan tentang keprofesian Teknik Kimia secara umum melalui media sosial maupun media cetak yang terpadu.

 

Mahasiswa mendapatkan wawasan tentang program-program magang maupun internship termasuk persiapannya.


II.3. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Ketiga

Penjabaran kompetensi dasar dan kompetensi inti untuk mahasiswa Teknik Kimia ITS tahun ketiga dijelaskan dalam tabel 4. Pada tahapan ini, mahasiswa diharapkan memiliki rasa percaya diri yang tinggi sebagai soft skill serta memiliki kemampuan hard skill yaitu mengoperasikan software tingkat lanjut dari teknik kimia serta memiliki awareness untuk mengikuti kegiatan yang dapat menambah wawasan praktis di bidang keprofesian teknik kimia.

  

Tabel 4. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Ketiga

Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi Dasar (KD)

Mahasiswa memiliki rasa percaya

diri yang tinggi dan memiliki kemampuan serta pengetahuan yang dapat diterapkan dalam dunia keprofesian teknik kimia.

Mahasiswa memiliki softskill berupa pengetahuan umum tentang etika kerja dan rasa confidence dalam dunia kerja.

Mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengoperasikan software lanjutan teknik kimia.

Mahasiswa mengetahui kondisi dan permasalahan nyata di bidang industri serta mampu untuk memberikan rekomendasi yang sesuai untuk permasalahan tersebut.

Mahasiswa mendapatkan insight dan kesiapan mengenai serangkaian persiapan magang maupun internship.

 

Mahasiswa  mendapat wawasan tentang keprofesian Teknik Kimia secara umum melalui media sosial maupun media cetak yang terpadu.

II.3. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Keempat

Penjabaran kompetensi dasar dan kompetensi inti untuk mahasiswa Teknik Kimia ITS tahun keempat dijelaskan dalam tabel 5. Pada tahapan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk mempromosikan apa yang dimiliki dalam dirinya sebagai persiapan dalam menghadapi dunia kerja nantinya. Pada tahap ini juga diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan, kompetensi serta sertifikasi mengenai aturan-aturan maupun ilmu praktis yang digunakan dalam dunia industri sebagai bekal persiapan dunia pasca-kampus nantinya.

Tabel 5. Kompetensi Keprofesian Mahasiswa Tahun Keempat

 

Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi Dasar (KD)

Mahasiswa memiliki kemampuan personal branding yang baik serta memiliki pengetahuan, kompetensi, maupun sertifikasi serta rekomendasi untuk mempersiapkan dunia pasca-kampus yang diminati nantinya

Mahasiswa memiliki softskill berupa kemampuan untuk mempromosikan kualitas diri di depan orang lain dalam bentuk tertulis, lisan maupun media visual yang dapat digunakan sehingga mampu bersaing dengan dunia luar.

      Mahasiswa memiliki pengetahuan, kompetensi dan Sertifikasi mengenai aturan praktis yang ada di dunia industri.

Mahasiswa memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi kehidupan dunia pasca-kampus secara umum.

Mahasiswa mendapat wawasan tentang keprofesian Teknik Kimia secara umum melalui media sosial maupun media cetak yang terpadu.

 

 


BAB III

PENUTUP

 

Kurikulum ini disusun berdasarkan jaring aspirasi dari pihak yang terlibat yaitu mahasiswa sebagai penerima pengembangan serta kolaborasi antara Direksi HIMATEKK ITS, Dosen dan Alumni Teknik Kimia ITS sebagai pelaku pemberi pengembangan terhadap mahasiswa Teknik Kimia ITS sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan di masa sekarang yakni periode tahun 2023-2024. Kurikulum keprofesian ini dapat berubah jika terdapat beberapa evaluasi dan kebutuhan baru di masa mendatang untuk menjawab dinamika pasca-kampus yang berbeda di masa mendatang. Dalam pelaksanaanya, Direksi HIMATEKK ITS akan memegang kendali penuh dalam menjalankan beberapa program kerja yang dirasa mampu untuk menjawab poin-poin kompetensi dasar maupun kompetensi inti dalam kurikulum keprofesian ini dengan memperhatikan landasan lain yang berlaku dalam HIMATEKK ITS kedepannya. Besar harapan kurikulum keprofesian ini diberikan perlakuan khusus dalam memberikan kesadaran, pemahaman kepada para mahasiswa, memberikan pengukuran ketercapaian, evaluasi, serta perlakuan lain dengan metode yang telah ditetapkan oleh Direksi HIMATEKK ITS sebagai pelaksana berdasarkan perspektif kepengurusan yang berjalan selama kurikulum keprofesian ini belum diamandemen.

 

 


REFERENSI

Kurikulum Keprofesian ini melandaskan isinya terhadap isi dari:

●                Keputusan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

●                Kurikulum Softskill Departemen dan Alumni Teknik Kimia ITS.

●                Kurikulum Keprofesian HIMATEKK ITS 2020-2021.

●                Profil Profesional Mandiri dan Capaian Pembelajaran Lulusan Teknik Kimia ITS.

 

Serta melandaskan strukturnya terhadap struktur dari:

●    Kurikulum 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

 

 

 

Selengkapnya bisa dicek pada tautan berikut: https://its.id/m/KurikulumKeprofesian23